Thursday, 15 March 2018

Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul

Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul-Hello kali ini saya mau berbagi artikel tentang seorang aktivis yang bernama Widji Thukul, pada artikel sebelumnya saya juga pernah berbagi artikel yang tidak kalah bangusnya dan sama seorang aktivis juga, silahkan lihat pada artikel Kata Kata Bijak Atau Kutipan Inspiratif dari Tan Malaka

Widji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963 – meninggal di tempat dan waktu yang tidak diketahui, hilang sejak diduga diculik, 27 Juli 1998 pada umur 34 tahun) adalah sastrawan dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer. more
Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul
  • Secara tak langsung puisi ini seperti merujuk pada kondisi rumah-rumah masyarakat di masa itu, begitu sempit dan kumuh
  • Telihat pula bagaimana cara Wiji Thukul berusaha mengajak muda-mudi di masa itu untuk tak hanya diam dan berusaha agar melakukan perlawanan
  • Apapun yang terjadi saat itu, Wiji Thukul tak pernah berharap jika kebenaran dibiarkan terbungkam
  • “Apa yang berharga dari puisiku…”
  • Kutipan puisi ini menunjukkan jika pribadi Wiji Thukul adalah sosok yang tak pernah gentar
  • Seperti bisa dipahami kalau Wiji Thukul berterima kasih pada kondisi di mana banyak pelajaran bisa diambilnya, juga untuk anak dan istrinya
  • “Tidurlah, kata-kata, kita bangkit nanti…”
  • Dalam kondisi apapun, penyair satu ini memang seperti tak lelah dan terus berusaha menulis untuk mengabadikan beragam perjalanannya
  • Bantal tas dan punggung tangannya pun seperti menjadi saksi perjalanan melarikan diri saat Thukul tengah buron
  • Ia pun seperti tak habis-habisnya menceritakan penindasan bagi banyak masyarakat di waktu lalu
  • Seperti tak ada kepastian kapan ia pulang, nyatanya…. Ia memang tak lagi pernah pulang
  • “Seperti tikus selokan…”
  • Bagi Thukul pergerakan tersebut memang membuat segala kebenaran tak lagi nampak nyata dan lurus sewajarnya 🙁
  • Seperti ingin menjelaskan kalau kepergiannya adalah untuk merampas kembali haknya yang telah dirampas dan dicuri oleh pemerintah
  • Apa pun dan bagaimana pun kondisinya, penulis tetaplah harus menulis. Itulah yang dilakukan Wiji Thukul
Nah itu dia Kumpulan Petikan Puisi Wiji Thukul, jangan lupa share dan follow social media kami untuk mendapatkan lebih banyak info menarik lainnya secara rutin. Baca Juga: kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian

Loading...
No comments:
Write comments

Tinggalkan pesan sesuai konten yang ada dan jangan meninggalkan spam. Komentar yang menganduang unsur sara, kata-kata kasar, prnografi dan promosi tidak akan ditampilkan. Terima kasih